![]() |
| Perwakilan Mahasiswa Instiper berdialog dengan Rektor |
15 Januari 2015 menjadi puncak dari perjuangan dari kawan kawan mahasiswa THP pada khususnya dan keseluruhan mahasiswa reguler Instiper. Pasalnya pada hari itu kawan kawan mahasiswa dari fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Pertanian mengadakan aksi penolakan terhadap kebijakan kampus yang ingin mengadakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) tahun 2014 ini di Ungaran Jawa Tengah. Hal itu mendapat penolakan keras dari mahasiswa THP, karena tidak sesuai dengan janji sejak awal masuk di Instiper.
Ratusan Mahasiswa berkumpul di depan gedung Rektorat Instiper untuk menuntut langsung kepada Rektor. Pasalnya berbagai usaha telah dilakukan mulai dari lingkup jurusan hingga fakultas. Hal itu telah dilakukan oleh Himatehape sebagai wakil dari mahasiswa THP yang telah berdialog dengan Kajur dan juga jajarannya namun hasilnya Nihil. Dan puncaknya mahasiswa yang tidak puas dengan keputusan kampus mengadakan aksi damai didepan rektorat Kamis 15 Januari lalu.
Ratusan Mahasiswa berkumpul di depan gedung Rektorat Instiper untuk menuntut langsung kepada Rektor. Pasalnya berbagai usaha telah dilakukan mulai dari lingkup jurusan hingga fakultas. Hal itu telah dilakukan oleh Himatehape sebagai wakil dari mahasiswa THP yang telah berdialog dengan Kajur dan juga jajarannya namun hasilnya Nihil. Dan puncaknya mahasiswa yang tidak puas dengan keputusan kampus mengadakan aksi damai didepan rektorat Kamis 15 Januari lalu.
![]() |
| Mahasiswa Instiper Saat Aksi di depan Gedung Rektorat |
Pihak kampus pada awalnya menawarkan PKL di Ungaran dengan fasilitas pabrik mini Kelapa sawit yang akan segera di buat pada tahun ini, namun kawan kawan mahasiswa THP pesimis dengan hal itu mengingat waktu yang hanya menyisakan beberapa bulan saja dengan waktu PKL sekitar bulan april nanti, terlebih lagi PKL di Ungaran tentu tidak akan sama dengan PKL di Perusahaan, karena di perusahaan terdapat manajemen dan fasilitas serta pengalaman yang lebih di bidang industri. Tentunya sangat berbeda jika dibandingkan dengan PKL dipabrik mini, buatan kampus yang tidak mengelola pabriknya dengan profesional skala Industri.
Setelah beberapa lama, akhirnya pihak kampus menemui mahasiswa melalui Rektor, Bapak Dr.Ir. Purwadi,M.S. Kemudian perwakilan mahasiswa berdialog dengan beliau. Akhirnya pihak kampus menawarkan opsi yang bisa dipilih Mahasiswa angkatan 2013 yaitu mahasiswa dipersilakan untuk memilih untuk PKL di Perusahaan atau di Ungaran. Adapun fasilitas yang dijanjikan kampus untuk mahasiswa yaitu fasilitas pabrik mini kelapa sawit berkapasitas 50kg dan juga penginapan berkapasitas 200 orang di Ungaran.
Setelah beberapa lama, akhirnya pihak kampus menemui mahasiswa melalui Rektor, Bapak Dr.Ir. Purwadi,M.S. Kemudian perwakilan mahasiswa berdialog dengan beliau. Akhirnya pihak kampus menawarkan opsi yang bisa dipilih Mahasiswa angkatan 2013 yaitu mahasiswa dipersilakan untuk memilih untuk PKL di Perusahaan atau di Ungaran. Adapun fasilitas yang dijanjikan kampus untuk mahasiswa yaitu fasilitas pabrik mini kelapa sawit berkapasitas 50kg dan juga penginapan berkapasitas 200 orang di Ungaran.
![]() |
| Poster penolakan PKL di Ungaran |
Tri Daryo, salah satu mahasiswa THP mengungkapkan bahwa dirinya pesimis pembangunan fasilitas di Ungaran akan selesai pada waktunya. “Menurutku sih gak akan siap bulan april ini, mungkin kalaupun siap hasilnya gak bagus karena prosesnya terburu buru dan 3 bulan ini gak mungkin bisa buat hotel untuk kapasitas 200 orang dan juga pembuatan miniatur pabrik kan gak gampan” ungkap mahasiswa yang kerap disapa Riyo. Dia juga memutuskan lebih memilih PKL di perusahaan, “Kalau aku lebih milih di PT (Perusahaan). Soalnya kita bisa dapat pengalaman di kebun yang gak ada di kampus, terus kita bisa tahu nantinya ruang lingkup kerja kita itu apa.
Senada dengan Riyo, Ilham Wilyanto Mahasiswa kelas STPK tahun 2012 yang telah melaksanakan PKL pada 2014 lalu, menurutnya, PKL di Perusahaan ia bisa melihat langsung kondisi pabrik dan keadaan sosial disana, dan mudah untuk memahami materi dengan berkeliling pabrik. Namun ketika ditanya mengenai kebijakan kampus, ia lebih setuju kalau PKL nya diadakan dikampus asalkan materi dan prakteknya yang diberikan benar benar didapat dari lapangan dan berkualitas.
Terlepas dari itu, semua pihak harus saling bekerja sama, saling bersinergi agar menciptakan kualitas yang diinginkan. Di pihak kampus memang berkewajiban untuk memberikan pelayanan yang terbaik, disisi lain, kita sebagai mahasiswa juga harus meningkatkan kualitas diri kita, baik dari segi keilmuan (pengetahuan tentang pabrik, kelapa sawit) maupun soft skill kita, agar ketika dihadapkan dengan pekerjaan sesungguhnya bisa memberikan yang terbaik tidak membuat malu nama kampus Instiper.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar